Bagaimana Perasaan Kamu Ketika Di Tilang ?

Kamis, Desember 17, 2015

Tilang Polisi
Bagaimanan perasaan kamu ketika ditilang ? | image by megapolitan.kompas.com.
Spion OK, lampu-lampu OK, helm standar SNI dan kaos tangan dan masker sudah melekat di tubuh. Mulailah sepeda motor jenis Vixion warna hitam ku starter. Cengeeesssss! Brummm.. Brumm.. knalpot masih standar bawaan pabrik. Kali ini perjalanan saya menuju kota Sidoarjo melewati jalur padat dengan kondisi macet di beberapa titik dari Kota Surabaya.

Hari tersebut adalah hari selasa dan ini adalah perjalanan pertama saya menuju sidoarjo dengan kendaraan sepeda motor. Saya memang bukan asli orang Surabaya, plat AA yang tertempel pada sepeda motor menujukkan saya berasal dari daerah karisedanan KEDU, tepatnya Kebumen, Jawa Tengah.

Meski sedikit macet dipagi hari saya tetap meluncur dengan sepeda motor saya. Tepat di daerah Waru (pintu keluar terminal Bungurasih) dibawah flyover terlihat rompi dengan warna hijau terang. "operasi siapa takut..." Saya pun diberhentikan dan saya tak pernah takut karena selama ini dalam operasi apapun saya tak pernah terkena tilang alias semua aman. Namun kali ini, saya kena! Kok bisa?

Pada awalnya sang pria berompi hijau melihat kondisi motor saya beberapa saat dia berkata "2 spion tidak standar." What??

Ok deh, gak masalah saya menerima jika memang itu peraturan daerah teritorialnya. Beberapa saat ada seorang ibu melintas tepat di depan sang pria berompi hijau. "Loh! loh itu kok tidak ditilang, spion tidak standar!" ujar saya. Tanpa jawaban saya pun merasa sedikit kesal dengan hal ini, bukan karena saya ditilang tapi karena kurangnya keadilan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Seperti biasa penawaran pertama sidang tanggal sekian. "Wah saya ga bisa, saya harus kerja dan ini cukup jauh dari domisili saya" kata saya.  Saya pun bilang "titip sidang saja bisa?". "50.000" jawab pria berompi hijau. Wah, terus saya pun memilih membayar melalui bank BRI, yah meskipun cukup mahal Rp 100.000 yang penting jelas masuknya. SIM saya pun ikut disita sementara oleh pria berompi hijau.

Di surat tilang tertulis jika memang nanti uang tersebut lebih dari denda yang ditentukan saat sidang, maka akan dikembalikan di bank yang ditunjuk. Sampai di sini saya pun sedikit ragu karena saya bisa tahu hasil sidang dari mana ? Saya pun tidak menitipkan nomor telepon ke pria berompi hijau.

Okelah! Lanjut dulu karena hari itu sudah cukup lelah dan sudah semakin terik saya memutuskan besok saya akan kembali untuk mengambil SIM yang disita sementara oleh pria berompi hijau.

KEESOKAN HARI
Hari ini adalah hari kedua saya menuju Sidoarjo karena ada proses interview yang harus saya ikuti. Saya pun melewati lokasi yang sama, dengan motor yang sama dan operasi yang sama. Kaget bukan kepalang karena saya tidak diberhentikan lagi. Ya sudahlah, lanjut saja. 

Karena selesai hingga sore hari maka saya pun memutuskan untuk kembali lagi besok (hari ketiga). Meskipun lelah, sebal dan kesal beraduk menjadi satu, tapi SIM harus tetap diambil kan sudah bayar denda RP 100.000.

HARI KETIGA
Nah, waktu masih menunjukkan pukul 7:30 pagi. Saya pun sudah siap untuk menuju Polres setempat untuk mengambil hak saya. Lagi-lagi saya melewati jalan yang sama, dengan motor yang sama dan kondisi yang sama. Pria berbaju hijau dan rekannya dengan memegang satu bendel surat tilang tampak berdiri disitu. Saya sengaja memelankan kendaraan saya tepat di depannya dan "loh kok ga ditilang" pikir saya. Ini aneh nih, kok ga konsisten yah. Ya sudahlah saya pun melanjutkan perjalanan.

Macet dan jauh membuat saya sedikit merasa lelah. Sesampainya di Polres setempat saya pun menuju ruang khusus tentang tilang menilang. 

"Busyetttttt itu hasil tilang apa UNDANGAN? Banyak bener" gumam saya. 

Petugas pun memberitahukan saya bahwa SIM saya sudah diserahkan ke Pengadilan Negeri setempat. "Hadoooh, pindah lagi cappeeeekkkk...." dalam hati saya. Saya pun langsung menuju ke Pengadilan Negeri setempat. Setelah sampai saya menuju ruang informasi dan menanyakan ruangan yang dimaksud. Setelah sampai sayapun menyerahkan bukti setor bank dan surat tilang, dan lagi-lagi..

"Buseeettt... banyak banget hasil tilangan, ini ditambah yang di POLRES tadi berapa totalnya ya?" gumam saya.

Wih, dalam sehari berapa banyak tuh yang ditilang yah guys. Yah akhirnya SIM saya bisa didapatkan kembali. Tapi, saya tidak dijelaskan mekanisme uang lebih nanti setelah hasil sidang yah?. Awam nih saya. Entahlah! saya sudah lelah dan capek. Ikhlasin aja itung-itung sedekah. Dan saya merasa enggan untuk melewati jalanan itu lagi. 

Entah kenapa saya merasa setiap daerah punya aturan standar yang berbeda. So, kamu-kamu kalau mau lewat suatu daerah lebih baik kenali dahulu bagaimana kebiasaan aturan lalu lintas di sana. Jangan sampai kesalahan seperti tidak ada tutup pentil bisa jadi besar guys. hehe... 

----------------------------

Bagaimana menurut kamu guys dengan proses tilang yang sudah berjalan di negeri kita ?. Bagaimana perasaan kamu ketika di tilang guys ? 

--- (fu)

You Might Also Like

0 komentar

Web Counter

Follow on Twitter

JOIN WITH US

Fajar Umarsandi    Lihat profil LinkedIn Fajar UmarsandiFajar Umarsandi


Instagram

Subscribe